POLEMIK GURU HONERER DAN ILHAM DI MASA PANDEMI COVID-19

Karena hanya guru honorer. Satu-satunya tenaga profesional yang memiliki tanggung jawab besar terhadap moral dan akhlaq generasi bangsa, yang dijalani atas kerja sama hati, bukan semata-mata dikerjakan atas nama materi.

(Polemik tentang nasib guru honorer di Indonesia bertahun-tahun dihadapi negara juga dipertanyakan sejarah. Sejak era Soekarno hingga setelahnya. Namun tahun ini, proses tersebut tiba pada harapan baru)

Saya masih ingat ketika Menteri Pendidikan kita sebelumnya, Muhadjir Effendy, bercanda pada pidato peringatan Hari Guru Internasional tahun lalu. Ketika itu beliau tengah berpidato dalam masa-masa count-down menjelang akhir jabatannya. Sempat melempar candaan dan suntikan semangat kepada guru honorer seluruh Indonesia. Untuk ikhlas menjalani profesinya selama negara belum efektif menyesuaikan polemiknya pada pecahan-pecahan Anggaran Belanja Negara selama ini karena imbalannya pasti akan masuk surga.

Memang terlihat seperti bercanda. Namun guyonan beliau juga perlu untuk diterima. Karena meski jika kita berpikir realistis hal ini memang tak pernah dirasakan mudah, apalagi jika kita merasa sudah terlalu berumur untuk berbasa-basi dengan kesempatan yang sesempit itu. Kesempatan mencari peruntungan kemapanan materi yang lebih baik lagi.

Guru honorer era kini bukanlah jalan untuk menjadi kaya raya. Tidak ada pengangkatan menjadi PNS (ASN) yang ada harus melalui uji kompetensi yang sesungguhnya. Tes CPNS atau PPPK.

Namun tentu kita tidak akan menutup mata jika  ada saja beberapa guru honorer diluar sana yang memilih berpikir diluar money-oriented belaka, namun lebih kepada panggilan jiwa atau cita-cita. Let it flow katanya. Atas profesi yang diamanatinya sekarang. Tentunya, dengan alasan, guru adalah profesi yang cukup dihormati bagi masyarakat, guru adalah cita-citanya, cintanya terhadap dunia pendidikan, mendidik moral dan akhlaq, mengajarkan ilmu pengetahuan, membuka jendela dunia yang lebih luas lagi bagi anak-anak bangsa. Ini merupakan soal semangat hidup bukan lagi soal bertahan hidup.

Ilmu-ilmu yang diajarkan dengan keikhlasan ini akan tertanam pada jiwa siswa. Sebuah generasi yang akan tumbuh, berkembang, berkolaborasi, kemudian membentuk rantai ilmu yang diterimanya kepada anak-anaknya kelak, kepada khalayak lain, pada generasi selanjutnya. Pada sejarah pendidikan yang akan ditulis esok.

Hal inilah yang dimaksudkan Muhadjir Effendy pada candaannya tahun lalu. Sebuah Amal Jariyah, sebuah tiket memudahkan masuk surga.

Dari sisi agama, keikhlasan menjadi guru tanpa tanda jasa memang dipandang sebagai pahala yang serius, bukan bercanda.

Namun tak dapat dipungkiri jika guru hanyalah manusia biasa, yang menginginkan adanya timbal balik dari usaha yang selama ini ia kerjakan. Merawat budi pekerti generasi bukanlah hal yang mudah. Mengajarkan ilmu dan menanamkan pengetahuan tidaklah gampang. Karena nasib negara berawal dari seberapa berkualitas pendidikan dalam negerinya. Seberapa baik potensi sumber daya manusianya.

Kenyataan lain, guru honorer di Indonesia kini terus bertambah. Guru pensiun rata-rata merupakan guru yang telah menjabat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tak dapat digantikan hanya dengan pengangkatan guru tenaga honorer lain yang sudah ada. Semua guru honorer berada pada prosesnya yang terlihat begitu panjang, memiliki jam kerja profesional yang padat, namun terlunta-lunta dengan gaji yang belum sepenuhnya diperhatikan pemerintah. Semua bertumpuk pada ruang tunggunya masing-masing.

Sebagai harapan, lembaga BKN telah membuka perluasan kesempatan untuk menjadi bagian dari guru berlabel ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan diadakannya Tes CPNS setiap tahun hingga 2 kali. Namun, semua kesempatan raksasa ini dirasa masih terlalu kerdil bagi bertumpuknya guru honorer di seluruh Indonesia. Banyak yang gagal, memilih mundur lalu alih profesi atau tetap pada profesinya namun berkurang rasa tanggung jawab profesionalnya.

Polemik tentang nasib guru honorer di Indonesia bertahun-tahun dihadapi negara juga dipertanyakan sejarah. Sejak era Soekarno hingga setelahnya. Kisah gaji guru honorer masih berupa proses yang penuh pertimbangan juga perhitungan yang masih digadang-gadang akan efisien dan efektif pada perjalanan outputnya.

Pada tata usahanya, kini proses tersebut sepertinya tiba pada harapan baru. Penerapan alokasi oleh Kemendikbud tahun ini dirasa cukup masif daripada tahun-tahun sebelumnya, karena dana yang diberikan akan digunakan secara fleksibel bagi penyelenggara pendidikan, terlebih pada masa pandemi Virus Covid-19 yang melanda seluruh lapisan masyarakat. Mendadak Menteri Pendidikan Nadiem Makarim memutar haluan  hanya dalam beberapa bulan saja. Memercayakan kebijakannya pada lembaga sasaran dengan dana yang dapat digunakan semaksimal mungkin.

Seperti kita ketahui, berdasarkan Permendikbud No. 8 tahun 2020 melalui kebijakan Merdeka Belajar episode ketiga, awal tahun 2020 Kemendikbud mengumumkan perencanaanya dalam tata usaha pendidikan termasuk mensejahterahkan Guru Honorer yaitu melalui peningkatan dana BOS maksimal 50% setelah sebelumnya hanya sekitar 15%. Dana tersebut juga akan langsung dicairkan ke rekening sekolah tanpa melalui Pemda (RKU) seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pada Permendikbud No. 8 Tahun 2020 Guru honorer akan mendapat peningkatan upah maksimal 50% dari dana BOS dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah guru honorer harus memiliki NUPTK. Namun sayang, lagi-lagi lembaga sekolah harus repot mengurusi guru-guru honorer yang belum memiliki NUPTK. Sangat memungkinkan bagi sekolah untuk mundur dari tanggung jawab tersebut. Dana BOS yang terlanjur masuk pada alokasi sekolah mau tak mau harus jadi tanggung jawab Kepala Sekolah dan bisa jadi sangat beresiko bagi Kemendikbud lagi.

Namun sejak Pandemi melanda Indonesia semua mendadak gagap dan tiba-tiba. Termasuk Peraturan Kemendikbud. Nadiem Makarim merevisi Permendikbud No. 8 tahun 2020 menjadi Permendikbud No. 19 tahun 2020 tentang alokasi dana BOS pada fokus gaji guru Honorer. Dana maksimal 50% yang dilepaskan jika memenuhi syarat yang diberlakukan kini dibebaskan tanpa syarat. Setidaknya kebijakan tersebut akan berlaku sampai pandemi mereda.

Kepala sekolah kini bisa lebih fleksibel terhadap guru honorer untuk menerima upahan maksimal 50% bahkan lebih demi kepentingan tunjangan guru dan efektifitas layanan belajar mengajar pada masa pandemi, salah satunya seperti tunjangan kuota internet dll. Hal ini semata-mata karena terkait keadaan darurat yang tengah melanda. Namun juga sangat memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan refrensi terbaru tentang perkembangan kesejahteraan guru honorer jika analogi, persentase dan kebijakan berubah habis-habisan dengan dana yang tak tanggung-tanggung.

Semoga ini menjadi langkah awal perubahan yang lebih baik lagi pada nasib guru-guru honorer seluruh Indonesia. Nasib pendidikan Indonesia. Kualitas sumber daya manusia untuk Indonesia.

Satu harapan saya (rakyat biasa) terhadap pendidikan Indonesia dan kesejahteraan guru-guru seluruh penjuru Indonesia. Semoga terus maju pada prosesnya. Kita tahu bahwa Indonesia tumbuh dari sejarah yang panjang, meski kita tahu bahwa kita pernah dijajah karena kita bodoh dan buta pengetahuan, namun kita juga harus tahu bahwa kita dijajah juga atas kekayaan SDA, dan kita tahu kita merdeka atas nama Persatuan, Bhineka Tunggal Ika!

Maka dari itu, berhenti mementingkan diri sendiri, hindari ketidakjujuran, mengambil harta yang seharusnya dimiliki bersama, Korupsi, Nepotisme, Politisi. Hindari dan jangan pernah!

Semoga Pandemi segera mereda dan kita bisa membangun Indonesia bersama dan lebih baik lagi. Aamiin.

— Palembang
   080520

https://pelajarprofetik.com/2020/05/08/polemik-guru-honorer-di-indonesia-dan-ilham-di-masa-pandemi-covid-19/



Read Users' Comments (0)

MENUJU PILPRES 2019


Menjelang perhelatan Pilpres 2019, Indonesia tengah kembali berencana membangun rumah tangga pemerintahan yang baru. Pergantian masa kepresidenan juga perlu mengikutsertakan dan merevitalisasi mimpi-mimpi Indonesia yang gagal pada kursi pemerintahan sebelumnya.

Sempat dikabarkan Indonesia bercerai dengan birokrasinya sendiri. Meja perpolitikan dan pemerintahan terkesan 'ugal-ugalan' seperti tanpa aturan. Hingga membuat rakyat gerah dan pecah sana-sini. Banyak komoditas tergadai tanpa rambu-rambu dari rakyat. Belum lagi molornya  kesepakatan antara Kementan dan Kemendag yang membuat para petani merugi karena disibukan dengan urusan import-mengimport. Untung saja ideologi masih jelas terselamatkan, meski pecahnya kasus penodaan agama kemarin sempat berdampak pada terusiknya butir pancasila yang pertama.

Indonesia juga sempat berada diambang rupiah melemah, dollar meroket gagah. Masih bertahan diatas amukan hutang yang menumpuk meski kini sedikit tertolong dengan rendahnya tingkat inflasi sejak 10 tahun terakhir.

Akibat dari kekacauan ini, intervensi rakyat mulai naik kepermukaan, Presiden kini adalah orang yang pertama kali disalahkan oleh rakyat atas dasar tidak adanya manfaat dan keadilan atas kebijakan demi kebijakan yang pernah diluncurkan oleh pesta kampanye pilpres 5 tahun lalu.

Itu sebab presiden adalah pondasi, sedang rakyat adalah bagian dari material pembangunan negeri. Apabila pondasi tidak berkelas, namun material berusaha mencapai kualitas, maka tidak akan ada yang namanya pembangunan yang selaras. Indonesia roboh, tidak akan ada negara yang kokoh. Ibarat pemerintahan adalah jaringan syaraf otak negara, jika kinerja tidak waras, maka negara bagaikan orang gila, sekedar tahu ada kehidupan dalam diri, namun akal sehat telah mati. Terkotang katung hidup tanpa resolusi, rakyat masih sering tergadai tanah, kebun juga sapi. Apalagi jika dibumbuhi dengan tonggak visi pemerintahan yang tidak masuk dalam kategori birokrasi yang waras.

Pilpres 2019 tinggal menghitung hari, pertimbangan rasional sangat dibutuhkan dalam menentukan siapa yang  pantas duduk dan menjadi nahkoda Indonesia dengan sebaik-baiknya pilihan. Tidak penting pencitraan, Indonesia mencari pemimpin yang berbeda, birokrasi mapan dan transparan. Jelas dan terarah. Wajah Indonesia harus lebih baik lagi.

Satu pesan dari Indonesia kepada Capres dan Cawapres yang akan memenangkan hati rakyat Indonesia kelak; Ingat ini —Indonesia sudah cukup kenyang dengan luka sejak era orde baru pada dua dekade yang lalu, hingga kini luka tersebut belum sepenuhnya sembuh —Korupsi, Kolusi dan Nepotisme bahkan tragedi berdarah-darah yang pernah terekam jejak sejarah. Jadilah pemimpin yang berbeda kali ini, mampu merubah wajah Indonesia dengan setingkat lebih sejahtera dari tahun dibelakang. Memberikan hak-hak rakyat dengan tepat sasaran, mencanangkan pembangunan dengan manfaat berskala seluas-luasnya. serta menjadikan Pancasila sebagai ideologi final dalam berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia.

Sekian.

— Plg, 310319



Read Users' Comments (0)

BELAJAR NGINGGRIS MINIM DANA

I found it again.
Buku legend jaman grammar masih kalang kabut, speaking masih asal sebut, writing masih carut marut wkwk *Sebenernya sekarang juga masih brantakan tapi alhamdulillah udah one step forward wkwk sosoan bgt**😂

With this one, kalian gaperlu lagi kursus sana dan kesini. Just recommended buat yg mau otw belajar bahasa inggris. Buku ini apik tenan loh, isinya santai tapi kritis dan komplit. I things this enough! Percayalah, ada beberapa orang yang ga pernah kursus sama sekali, dan modal dasar cuma buku ini. Termasuk saya😆

Selanjutnya, banyak metode modal dengkul yang bisa kita coba😂 Jangan sering² mikir mau kursus. Coba beralih pada diri sendiri. Pake metode belajar ala² diri sendiri. Selain lebih hemat, juga efektif. Yakin dan percaya, meski tanpa mentoring, saya harus bisa! Bilang gitu sama diri sendiri, punya otak jangan loyo, doyan ngeyel, saya ga bisa, saya bodoh, IQ saya jongkok, duduk, berdiri, apalah itu. so what ever you're judging about your self, intinya kalo emang ada keinginan disitu pasti ada jalan. Believe it! 

Meskipun memang, beda orang, beda cara belajar,  beda cara menyerap informasi. Tapi kan siapa tahu, salah satu diantara kita barangkali lebih mampu diajarkan oleh diri sendiri, dengan bantuan kemauan yang keras tentunya.

Only an information sharing. Karena saya mengerti ga semua orang mampu membeli ilmu dengan uang yang banyak. Biaya kursus tidak semurah harga terasi, sedang kita masih minim skill adaptasi dengan persaingan dunia kerja yang makin tinggi kualifikasi.

Kita tidak bisa hanya duduk diam lalu menerima kesuksesan secara tiba-tiba. Lampaui segenap keterbatasan dengan kemauan yang tiada batas.

At last, sekalian dah saya mau sharing belajar bahasa inggris hemat ala rakyat minim dana;

1. Belajar dari buku-buku (Recommended book pakek aja buku NS. Bramadi "Kursus Singkat Bahasa Inggris")

Bagi yang masih buta grammar dan seperangkat modal dasar dalam belajar bahasa inggris, buku om NS Bramadi merupakan saran ter utama dari saya. Tapi kalo sekarang gaada lagi terbitanya, paling cari aja di loakan kaki lima maupun loakan online, NS bramadi masih eksis ditelinga para pelapak sodara-sodara. Harganya ga sampe seratus ribu. Next step selain buku om NS bramadi, coba cari² buku lain yang notabene mengupas hal² dasar dalam bahasa inggris, misal buku khusus mengupas 16 tenses, membedah grammar dan buku-buku yang mengkritisi seputar pengetahuan dasar dalam berbahasa inggris. Jangan lupa memanfaatkan fasilitas umum, misal pergi ke perpustakaan kota, kampus, sekolah atau pinjem buku² dari guru atau temen wkwkwk. Kan ga perlu keluar biaya. Kan gaperlu neloyor pergi ke toko buku buat beli buku-buku tutorial yang harganya selangit.

2. Belajar dari kamus Bahasa Inggris (modal utama kedua)

Kalo beneran mau belajar bahasa inggris, sok atuh modal dikit buat beli kamus bahasa inggris yang saku maupun yang segede gaban. Jangan buru-buru beli ke toko buku, balik lagi ke loakan, beli yang harga 20k dengan jumlah kosakata ratusan milyar. Pinter² rayu deh si kakang pelapak buku bekas. Nominal kosa kata dalam kamus bahasa inggris penting loh yaa, makin banyak makin berguna itu kamus wkwkw.

2. Belajar speaking berawal dari kemampuan writing

Percaya deh, ketika kalian udah setengah khatam dalam mempelajari grammar beserta 16 tenses. Coba langsung cuss cari kertas kosong dan cari pena buat nyoret² di kertas tersebut. Buat apa? Pastinya buat meningkatkan kemampuan speaking yang berawal dari kemampuan writing.

An example; 

tulis satu paragraf berbahasa Indonesia yang bisa di dapatkan dari mana saja lalu salin dikertas kosong. Setelah tersalin, pecahkan artinya dalam bahasa inggris, pastikan grammar-nya baik dan benar ya. Tulis artinya, lalu ulangi sampai kertas itu penuh dan kalian mulai mengingat struktur penulisan dan arti dari beberapa kosa kota dalam bahasa inggris. Jika ragu buka 'Google Translator'. Hal tersebut lumayan berguna untuk mengkoreksi grammar kalian yang masih acak kadul wkwkwk.

3. Belajar meningkatkan listening dan speaking dari lagu-lagu berbahasa inggris, pahami liriknya dan nyanyi aja sampe gondokan wkwkwk.

Jaman dahulu kala, ketika saya belum menemukanmu *alah
Jaman dimana joox, spotify belum eksis di bumi Indonesia. Saya memanfaatkan warnet dan internet untuk belajar bahasa inggris dari lirik lagu-lagu receh. Apalagi kala daku tengah dilanda galau berkepanjangan, alhasil daripada daku gantung diri, mending going to warnet dan print out banyak lirik lagu yang notabene-nya bernada melow dan galau wkwkwk. Saya mencoba produktif meskipun patah hati wkwkw. Makin galau saya harus makin pinter bahasa inggris. Terimakasih kepada engkau, yang pernah mematahkan cinta diantara kita *gaje cih*

yup. Dengan Bernyanyi dan mendengarkan lagu berbahasa inggris sambil baca lirik lagu dijamin menambah kualitas belajar bahasa inggris kita sodara-sodara. Ga melulu dicekokin buku. Percaya deh cara ini sebenernya paling ampuh menumpas bebel-nya kita dalam belajar bahasa inggris. Kemampuan manusia dalam berbahasa sebenarnya dipengaruhi oleh lingkungan dimana manusia tersebut dilahirkan. Sejak manusia masih dalam kandungan, sesungguhnya manusia menyerap bahasa dari apa yang dibicarakan lingkunganya. Ketika dilahirkan dan dibesarkan dengan lingkungan berbahasa tertentu, maka Bahasa dan cara berbicara akan sama Dengan lingkunganya. And then, kesimpulanya hanya terletak pada sistem pendengaran yang sesungguhnya sangat berpotensi besar diserap oleh otak dan memoria. Jadi, semakin sering kita denger lagu-lagu barat,  maka semakin terlatih pula kemampuan berbahasa inggris kita.  Gitu.

duh jadi ngomongin yang berat-berat.

Dan yaa Jaman sekarang kan udah serba canggih, daripada kalian nyedotin kuota tiap hari buat yutupan hal yang ga guna, mending open your mind buat meningkatkan kemampuan bahasa inggris kalian. Kan banyak tutorial² Bahasa inggris ala youtuber kekinian, Selain santai, juga hemat ongkir gapake neloyor ke tempat kursus kan. Meskipun modal yutupan katanya bikin bangkrut, tapi selama kemarin² ga produktif memanfaatkan kuota alhasil jadi kan sia-sia juga. Jadi mending revisi kegiatan nyedotin kuota ga guna buat tujuan yang lebih epik. Deal?

4. Hafalkan/perbanyak mengenali kosa kata bahasa Inggris.

Seperti bahasa Indonesia, bahasa inggris juga memiliki bahasa yang beragam, kalo dihitung-hitung Kosa kata bahasa inggris ya kaga bakal bisa kehitung berapa milyarnya. Tapi, setidaknya mengenali dan menghafalkan kosa kata yang frequently alias yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Ya, atau minimal tau kalo mau Izin ke wese bahasa inggrisnya apa, kalo mau kenalan sama si doi bahasa inggrisnya apa. Gitu.

Kalo saya sih,  biasa menghafal minimal 10 sampai 20 kosa kata perhari, tergantung mood dan tingkat kerepotan hari yang dilalui wkwkwk kalo ga sempet menghafal yaa paling cuma baca terus inget²  sendiri wkwkw.

5. Baca buku atau artikel-artikel yang berbahasa inggris

engga harus nyekokin diri sama buku-buku berbahasa inggris level akademisi yang Kosa kata nya seberat rindu Dilan pada  Milea. Jangan. Dimulai aja dengan membaca majalah bobo versi inggris-indonesia, atau cari artikel-artikel ringan berbahasa inggris. Easy! Jaman sekarang mah serba canggih. Saya bilang tadi apa.  Manfaatin kuota dengan bijaksana dan produktif.

Saya sering sosoan nyari artikel dan berita-berita berbahasa inggris di Internet, awalnya mumet minta ampun, Tapi lama Kelamaan bacaan dan kalimat tersebut bakal ga asing lagi mata kita. Paham ga paham baca aja, jangan lupa buka kamus buat menstimulasi pengetahuan kosa kata bahasa inggris kita biar ga stag.

6. Coba latihan conversation (ngoceh²) bahasa inggris sendiri dirumah

Semisal kamu lagi dirumah, lagi menyendiri di kamar, Kamu harus punya teman khayalan yang seolah-olah dia adalah bule amerika yang nyasar. Disitu lo ngobrol aja kek orang gila, nanya sendiri jawab sendiri wkwkwk

7. Nonton film barat yang gapakek translator

Nah, yang Ini tantangan banget nihh wkwkw... Kalian coba nonton film barat gapakek bahasa terjemahan biar kalian sendiri yang menyimak dan menerka maksud dari si aktor yang ngoceh Di layar. Dengan begitu skill listening kamu bakal naik level, ga mampet gitu² aja hanya karena punya lingkungan yang notabene pakek bahasa daerah wkwk

Satu lagi, kalo udah merasa skiol inggrisnya lumayan, usahain buat ikutan tes TOEFL yang gretongan alias gratis buat menguji skill bahasa inggris kalian,  setelah itu mualilah berburu sertifikat kemampuan bahasa inggris dengan banyak.. InshAllah sertifikat tersbut ga bakal kebuang ato ga kepake, sertifikat² tersebut bisa kita gunain buat melamar kerja, buat ngajuin beasiswa dalam dan luar negeri dll....

 Okedeh. Sekian beberapa tips sederhana belajar bahasa inggris minim dana ala saya. Semoga bermanfaat:')

Read Users' Comments (0)

EKSPEDISI SKRIPSI; BABAKBELUR NAMUN PLEASURE :'D



Salam hangat pembaca nyasar di blog saya hahahahaha. yang pakek baju maroon cakep yaa kak😍 kenalin, namanya gita, biasa saya panggil gege. badewei, kemarin beliao jadi partner pencarian literasi skripsi sekaligus jelong² ala mahasiswa minim dana di kota kecil Lubuk Linggau Sumatera Selatan, dan beliau sekarang sedang hibernasi ngendep dalem kosan karena hampir 80% kulit putih kinclongnya mengalami kebelangan yang sangat signifikan pemirsah hahahaa. disana kita dipaksa mengarungi kerasnya kehidupan berdua tanpa ada orang ketiga diantara kita *eyaaa. disana kita dipaksa mandiri tanpa ada kamu disisi *ehh. disana juga kita dipaksa jadi superwoman yang seolah-olah sedang lost from the big world, jadi kek krikk sendiri pabila tiada petunjuk arah.
si gege pada awalnya macam orang yang sedang culture shock, serba kaget, mengapa begini begitu, loh kok gitusih, loh kok ginisih, serba bingung mo ngapain jikalau tiada step list.

Ekspedisi Skripsi kali ini jauh dari kata safety for beginner backpack bagi beliau, tiap sudut dunia adalah menakutkan. ya jelas, saya pun sebenarnya merupakan manusia yang bernyali tempe jalan² ke negeri orang namun tetap memiliki stok senyawa kenekatan yang lebih besar daripada ketakutan. Alhasil, tetap going like a flow walaupun was-was dan penuh kecemasan wkwkwk. Apabila si gege penakut dan saya ikut penakut, ya kaga kelar² penelitian kita, masa iya wawancara mau memblusuk ke desa² harus naek fortuner, dianterin body guard supaya aman dan tentram. wkwkwk. lukire anak depeer kali bokkk ah eewkwkwk. eventually.. dengan seribu satu pertimbangan si gege pada akhirnya menikmati ekspedisi skripsi kali ini dengan hati yang damai dan penuh kebahagiaan *eleh. ya emang gaada yang perlu dicemasin sebenernya, mengapa? pertama, kami masing² memiliki keluarga yang bisa ditumpangin rumahnya, kedua, meskipun kita adalah warga newbie yg takut kesasar pabila mo terjun kelapangan mangsa, kan ada mas google yang siap membimbing adek menuju JannahNya *lahh bukan² maksud saya menunjukan jalan ke suatu tempat yang ingin dituju. jaman sekarang mah tinggal gugling. bener khan eeewkwkw. lanjut, ketiga, meskipun sometimes barangkali kita keabisan kuota, lost signal apabila cuma mengandalkan mas google, kan masih ada mulut untuk bertanya. kan ada pepatah, malu bertanya, sesat dijalan mehehehe. terakhir, atas dasar kecemasan karena tidak adanya kendaraan mau melancong kesana dan kesini, dan kebetulan dapet tumpangan rumah keluarga gege, kakanda yang ada disana dengan senang hateq meminjamkan motor bebek rada complang milik beliau. wah. dengan sumringah kita menerima kebaktian tuan rumah pada tamu² modal dengkul seperti kita berdua ewkwkwk. mungkin atas dasar kasihan sekaligus beramal. astagfirullah.. jalinan kasih kali ahh. yaaa pokonya thankyou so much for keluarga gege yang udah baik banget pada kita. tanpa mereka butiran debu lah kita, hahahaha lagu rumor kali beb.

Finally, Gege udah ga sering panikan lagi, mo manja mah bebas sama saya, asal jangan enegkin dan merugikan pihak maskapai wkwkwkw. sebagai sahabat yang baik, gege juga memaklumi kambuhnya penyakit akut saya yang utama yaitu, sering amnesia stadium lanjut dan ceroboh boh bohhhh. gege selalu mengingatkan barang² apa saja yang saya bopong, mengingatkan banyak hal yang rawan saya lupakan, kecuali kamu *lohh. ga serius men, si gege menjadi reminder partner, dan saya jadi includer partner alias partner sapu jagad yang driving anywhere, camera on the way, otak dari segala tempat mana saja yang akan dituju, hahahaha babakbelur namun pleasure, menyebalkan namun mengasyikan.

So..at the last word for gita alias gege, saat ini gege sedang pusing²nya memikirkan banyak hal, dimulai dari kebuntuan yang dialami sepulang kami dari pengembaraan, kemudian kulit belangnya, beserta seperangkat data-data yang masih mentah dan belum diolah untuk dijadikan laksana bab 4 yang aduhai.
seperti yang telah saya katakan diatas, gege tengah berhibernasi, menjauh dari kehidupan umat manusia untuk sementara. kulitnya belang, yang awalnya cuma merah kek udang disaosin, jadi kecoklatan tidak merata ewkwkwk. apa kabar saya? hahahaa bodoamat, penting skripsi kelar, ntar juga saya bakal perawatan pakai gilesan biar ilang sendiri efek sinar yupi pilter penyebab kulit gelap dan berkomedosss. yah si gege mah wajarlah, disruh pakek sepatu casual, malah pakek heels, disuruh pakek helm, masker, kaos kaki malah ogah, disuruh pakek jaket apalagi. dan maaf tidak ada asuransi kecantikan apabila jalan² bareng saya wkwkk.. eniwey, pabila terjadi apa² pada kecantikan anda, maka segalanya ditanggung pemenang..

sekian. tulisan ini di dedikasikan untuk segenap pribadi saya sebagai sahabat gege yang hobi nulis apa saja yang pengen saya abadikan termasuk kenangan bersama beliau

punten, saya izin kebelakang dulu mau bikin kopi.

Read Users' Comments (0)

Why i am still here


Aku ulangi sedikit, cerita mengenai bagaimana aku bertahan ditengah ketidakpastian. Cerita bagaimana kamu menjadi tokoh utama dari alasan seribu puisiku bermula. tidak untuk membuatmu 'wah' dengan kalimat berikut, sekedar berbagi sekaligus memberitahu agar kelak kamu mengenangku sebagai wanita yang benar-benar mengaggumi sisi seluruhmu.

Barangkali,
Ada banyak mata yang memandangmu, namun hanya aku yang berani memuliakanmu dalam tulisanku.

Barangkali,
Ada banyak bibir yang membicarakanmu, namun hanya aku yang berani merutukimu dalam doa-doa yang diharapkan sampai pada telinga semesta.

Barangkali,
Ada banyak hati yang menginginkanmu, namun hanya aku yang berani menabung bait demi bait segala bentuk semoga agar kelak kau ditakdirkan untukku.

Tuan, pemilik seluruh sisi ruang perasaanku;  duduklah disini, disebelahku. aku ceritakan kau satu hal; Bahwa segala bentuk kebaikan dariku adalah —karenamu. Terimakasih untuk beberapa tahun yang lalu. Mungkin kau sudah lupa, namun itu telah terjadi pada pencapaianku hari ini. Sekali lagi, terimakasih.

Untuk saat ini aku lelah menjadi menyerah, aku lelah mendiskusikan ini dengan hati, berharap bisa pergi dari rasa perih, dari barisan rindu yang masih belum sempat menjadikan kita satu. sekedar dihadirimu saja aku harus berjuang memerangi batin sendiri seperti ini. Aku marah, namun tak pernah sampai pada menyerah. itu sebab aku bertahan, sebab ternyata aku masih berperasaan dan masih ingin dibersamakan.

— Plg, 180119

Read Users' Comments (0)

SEHARUSNYA SEJARAH



Ada alasan mengapa pengetahuan sejarah dijadikan sebagai mata pelajaran pada sekolah-sekolah. Karena sejarah tidak pernah menceritakan penyesalan masa lampau, namun membelajarkan pengalaman masa lampau sebagai bentuk manifestasi masa depan yang lebih baik. 

Sejarah bercita-cita membentuk generasi kedepan agar lebih presisi, terencana dan mapan dalam pemikiran serta perencanaan. Jangan lagi ada manusia yang minim literasi histori, sehingga terkatung gagal memperoleh resolusi dan gagal merealisasikan visi misi. 

Berbicara mengenai manusia dan visi misi.

Pada suatu negara yang telah dirancang oleh sejarah agar bersikap demokratis, seharusnya telah menerapkan empat pilar kebangsaan yang bersifat tidak meninabobokan perilaku otoriter dari para pemimipin, juga pancasila yang seharusnya tidak sekedar terpampang tanpa alasan di setiap ruang kelas pada sekolah-sekolah atau wajah pada kedua pemimpin diantaranya.

Sejarah seharusnya telah ada pada dada pemimpin kita, sejarah seharusnya ada pada diri kita. jangan lagi ada pemimpin yang sekedar haus eksistensi, jangan lagi ada manusia yang termakan oleh janji-janji orasi.

sebuah self improvement juga bagi kita yang merasa menyesal atas kejadian di masa lalu, bahwa 'sesal' mungkin kejadian sejarah yang bersifat privasi. Tidak untuk disesali, tapi untuk dipelajari. bahwa segala sesuatu harusnya menjadi lebih baik untuk menata masa depan yang "to get the point" bukan sekedar "to the point" tapi tidak ada yang bisa diambil.

But, balik lagi dalam konteks dari sebuah proses —bahwa manusia adalah makhluk pembelajar. tidak lepas dari jatuh bangun, tidak lepas dari rasa putus asa, dan jika tanpa adanya "Penyesalan" manusia juga tidak mungkin bertumbuh.

Sekian.

Palembang,
17-01-2019

Read Users' Comments (0)

Membentuk Generasi Negarawan dalam Trauma Politika dan Etika Bhineka Tunggal Ika

Pasca era reformasi
Politisi minim literasi
Birokrasi minim refleksi
Republik masih melahirkan pemimpin fiktif
hampir dua dekade sudah dibumbuhi luka kolektif
— citra orba basi kian tak terkemasi
korupsi, kolusi, nepotime politisi
kursi perpolitikan bak residivis
mengulang luka mendulang suka
tidak ada nyanyian transformasi
bagi Indonesia —masih berupaya
takut terpedaya

Indonesia kini masih berdiri mematung, menantikan tercapainya progres birokrasi mapan dan transparan. Kesenjangan yang terjadi masih tercium lekat dalam rumah tangga pemerintahan hingga kini; perubahan masif seolah mengepentingkan golongan berdasi daripada kepentingan golongan rakyat yang masih memperjuangkan sesuap nasi.

Secara fundamental, tentu Indonesia saat ini masih fokus mencari definisi pemimpin sejati dari pikiran-pikiran masyarakat sipil dan deretan aspirasi rakyat kecil.

Meningkatnya kebutuhan primer masyarakat, menurunya defisit, melonjaknya tingkat inflasi, kisruhnya kasus penodaan agama,  terpecahnya kasus korupsi para kepala daerah hingga anggota dewan menambah bumbu-bumbu depresi Indonesia yang terkatung-katung masih tanpa resolusi.

Progres pemimpin seringkali menjadi sangat tidak strategis dengan maraknya pertimbangan masal yang menghambat rancangan regulasi menuju Indonesia yang good leadership. Juga, kisruh kasus ingkar janji dan sederet tindakan tidak terpuji pejabat nasional dan daerah makin menanami bobroknya akar pemerintahan Indonesia yang berdampak pada meningkatnya intervensi masyarakat terhadap upaya kebijakan pemerintah saat ini.

Dewasa ini, nyatanya Indonesia masih harus terluka dengan masalah-masalah yang pernah terekam jejak sejarah, di bayangi narasi perpolitikan yang berdarah-darah, dengan moral kependudukan dan kepancasilaan yang masih jauh dari kata Bhineka Tunggal Ika. Sampai pada luka yang kesekian, yang dibutuhkan Indonesia untuk menyembuhkan luka hanyalah pemimpin yang Pancasilais, berideologi sederet Panca ke-Bhinekaan serta menanami perilaku Sila kesatuan. Lalu, sudahkah kita temukan hal tersebut pada dada pemimpin-pemimpin kita? para pejabat daerah, nasional?

Masih belum.

Pancasilais masih berada dalam imajinasi pemerintahan, suatu kualifikasi berbobot antara pemikiran dan harapan-harapan dunia perpolitikan dan kemasyarakatan yang sulit disentuh pembuktian. Kecil harapan kita menemukan pemimpin yang seperti ini kalau tidak berupaya untuk membentuk generasi muda non-politik agar menstimulasi dunia pemerintahan menjadi lebih regulatif dan demokratif, jauh dari tindakan konsumtif, koruptif, dogma-dogma negatif, atau bahkan figur pemimpin fiktif yang berdiri diatas pencitraan media massa yang mengincar pengakuan para awam yang berstigma sempit.

Generasi muda diharapkan mampu mengeksekusi ketimpangan-ketimpangan perpolitikan yang masih banyak terjadi pada fraksi-fraksi kursi pemerintahan yang sekedar mencicipi eksistensi namun tidak  mengindahkan milisi pada sejatinya visi politisi.

Barangkali generasi muda dari kota bisa bersuara. Juga, generasi muda dari desa menyeruah, menjadi provider aspirasi rakyat. Para mahasiswa-mahasiswa berideologi, juga berbagi opini, barangkali sedikit menyibak dan menyimak perubahan-perubahan yang berhasil direalisasikan di desa-desa mereka, di kampung-kampung mereka, sesuai janji-janji dan orasi khas kampanye, atau bahkan mengkritisi sederet bobot basi-basi politisi.

Meski Indonesia kini masih dalam pencarian jati diri, mari setidaknya sedikit demi sedikit membentuk generasi negarawan yang berparadigma ke-Bhineka-an.

Generasi muda masa kini, dituntut untuk lebih proaktif, ber-buddhi, mengkritisi tanpa menghakimi, berdebat pada tempat dimana aspirasi dapat tersampaikan dalam skala seluas-luasnya, cerdas dalam memilah, menjajaki media massa secara presisi tidak melulu di cekoki dengan satu pemberitaan yang kerap hanya mencitrakan para tuan dan nyonya berdasi, pro kubu kanan- kubu kiri.  Hal itulah yang sesungguhnya sangat diharapkan bumi Indonesia dalam trauma politika dan trauma etika Bhineka Tunggal Ika dewasa ini.


Oleh : Vita Aulia Ramadhani


#UntukDetikNEWS.com
.

Read Users' Comments (0)