KUTULIS LAGI UNTUKMU
20 Januari 2017
Hari ini kutulis lagi untuknya.
Wahai semesta.
saat ini hatiku kembali memilu.
alasan pilu-ku bukan lagi cerita yang lalu, namun cerita yang baru.
dulu.
aku hanya meminta agar bisa dicintainya. atau... sekedar tahu perasaan ini padanya.
aku tahu Allah Maha mengabulkan.
dia tahu. dan dia mencintaiku.
setelah berpisah.
aku meminta Tuhan sekali lagi, agar mempertemukan lagi kami berdua.
karena kehilangannya BENAR-BENAR MEMBUAT JIWA INI TERISAK!
"Terimakasih YaAllah telah mengabulkan doaku kemarin, tapi, kenapa engkau pisahkan kami
YaAllah? kenapa hanya sekejap saja aku merasakan kehadiranya? hanya engkaulah yang maha mengetahui, berilah petunjukmu yaRabb?"
entah. siapa lagi yang bisa kupercaya selainNya.
اَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ
"Tiada daya dan upaya melainkan Pertolongan Allah"
"-Aku tak ingin apa-apa. Aku hanya ingin melihatnya lagi. itu saja. terserah bagaimana dingin-nya pertemuan nanti, ataupun senyap sama sekali. aku tak peduli-"
Lepaskan rindu yang memaki-maki dada ini.
Lihat. lihat kita. betapa jahatnya kita bersekongkol dengan rerimbunan semesta.
Ingat?saat aku mencoba datang, saat aku mencoba ada.
kau malah menendangku lebih jauh dari keberanianku.
melampaui apa yang aku bisa untukmu.
nyali.
aku tak punya nyali lagi untukmu.
KENAPA KAU LAKUKAN INI PADAKU??????!!!!!
Berbulan-bulan berlalu...
Bahkan sudah berganti tahun.
kau berubah. hidupmu dan hidupku tidak lagi sama karena atap kelas sekolah dulu.
aku menunggumu, kau menunggku, kita sama termenung..
kau menyerah dan aku tak berani mengkhianatimu.
jadilah kau dengan sosok barumu disamping.
Gadis cantik itu.
dan aku.
aku dan perjuanganku karenamu.
aku tak pernah mengatakan bahwa Yogyakarta adalah akhir cerita. aku juga tak pernah mengatakan aku ingin pergi karena kau menyuruhku enyah. tidak.
Aku bingung karena Jarak dan Komunikasi.
Siapa kamu sekarang aku tak tahu. Bagaimana kamu sekarang aku tak mengerti.
Aku hanya mengambil jalan tengah.
Pergi sebentar. Untukmu dan untuk kita.
tapi kau...
haha, kau bahkan tak tahu sama sekali!
dan aku bodoh. bodoh!
Pada Yogyakarta aku memperkenalkanmu pada kesunyianya, semoga bisa memberi warna pada lingkungan baruku.
aku tahu mungkin hatimu tidak mengikutiku. tapi hatikulah yang mengikutimu.
kau tak memberiku sedikitpun sisa kepingan hati yang bisa kubawa untuk mencari cinta yang baru disini.
Pada perjalanan kau dan dia. aku dan Cita-citaku.
ada sebuah pertanda hatimu ada. mengikutiku.
Ada rasa bahagia jahat dalam diri.
Aku menyadarinya dan aku tahu. sangat tahu.
Apa yang harus aku lakukan?
keputusan dua-dua dalam diri sama-sama menyiksa!
Kemudian aku mundur.
dan kau mengira aku tak ada.
sadarkah, bahwa aku melindungimu??
sadarkah kau bahwa kau lelaki?
keputusanmu untuk takut menghubungiku adalah hal terkonyol bagi seorang lelaki.
dan sekarang, kau malah merusak apa yang sudah kau mulai?
Aku pikir aku bisa tanpa puisimu. aku pikir aku bisa merelakanmu.
TAPI TIDAK
Kini semua seperti hampir usai.
tapi tidak dengan siapa aku berharap.
bagimu usai. tapi bagiku belum.
Harusnya kau datang menghampiriku dan menanyakan bagaimana perasaanku saat ini. harusnya kau datang berbicara padaku dan menenangkanku.
Tapi kau.....







0 Response to "KUTULIS LAGI UNTUKMU"
Posting Komentar